Jika kemarin sudah mencari tahu kabel yang aman buat bikin pengaman rahasia, kini giliran praktik membuatnya. Ya! Sebaiknya, sobat siapkan peranti tambahan agar kunci rahasia itu memang menjadi aman. “Modal yang terpenting, hanya soket bekas untuk dua kabel dan switch ON/OFF saja,” ungkap Nuraimin, salah satu mekanik JP Racing di Jl. Cendrawasih No. 6E-F, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang. Buat soket, sobat bisa mencari soket bekas yang masih layak pakai. Sedang switch, bisa sobat beli langsung di toko elektronik. Harga, tergantung part. Setidaknya, dengan uang Rp 5.000 sudah dapat switch yang bagus. Tidak ketinggalan juga, sediakan dua utas kabel dengan panjang sekitar 40 – 50 cm. Kini, potong kabel berwarna hijau (massa) yang ada di soket CDI. Ya, ini kabel yang aman untuk membuat pengaman macam engine cut off. Setelah terpotong, sambung dengan kabel yang sudah disiapkan tadi. Sambung di kedua sisi ya. Usai disambung, baiknya tutup sambungan kabel pakai perekat alias isolasi hitam yang memang diperuntukan buat kabel. Jika sudah, masukan ujung kabel sambungan tadi ke soket. Kemudian, tinggal colok switch yang berfungsi buat mengaktifkan pengaman rahasia tadi. Oh ya! Agar switch tersimpan rapi, baiknya letaknya di bagasi. Caranya, dengan membuat bolongan bagi switch. “Membolongi bagasi, cukup menggunakan pisau cutter yang tajam secara perlahan agar hasilnya sempurna,” pesan pria beken disapa Boday ini. Yap! Tidak usah pakai bor segala. Karena plastik ABS untuk bagasi ini tidak terlalu tebal layaknya cover bodi. Jadi, cukup melubangi pakai cutter aja sudah bisa. Yuk bikin! (motorplus-online.com)
Memasuki musim hujan, pacuan pasti sering kali berada dalam kondisi kotor. Akibatnya, motor kerap kali dicuci. Tapi, terkadang mencuci hingga merawat itu juga bisa menjadi hal yang mengasyikan. Karena, kebersihan motor jadi cerminan pengguna juga kan! Ketika merawat, jangan sampai salah kaprah. Artinya, ada beberapa perlakuan hingga produk perawatan yang bisa dijadikan acuan. “Perawatan harian tentu berbeda dengan proses yang harus dilakukan usai pengecatan,” ujar Tomi Gunawan dari Tomi Airbrush di Jl. Kebon Raya No. 103, Jakarta Barat. Maksud Tomi, ketika selesai proses pengecatan, biasanya ada ritual pengamplasan halus juga kompon sebelum dipoles. Tujuannya, buat hilangkan permukaan kasar. Tapi, teknik ini tidak perlu di perawatan harian. Sebab, sifat kompon akan mengikis cat atau lapisan. Saran Tomi, selesai dicuci cukup gunakan wax alias bahan perawatan cat. Seiring majunya teknologi, wax juga terdapat dua tipe. Ya, ada wax dan quick wax. “Kalau wax, lebih kental. Jadi, butuh waktu lebih lama ketimbang quick wax yang sifatnya lebih cair. Tinggal sesuaikan kebutuhannya saja sih,” kata Tomi lagi.
Meski wax butuh waktu lebih lama, dari sisi hasil cenderung punya daya kilap lebih lama. Lain jika ingin hasil instan, tak ada salahnya pilih quick wax yang cukup disemprot lalu di lap.Yang terpenting, dari wax yang sobat pilih nantinya usahakan terdapat kandungan bahan protect UV. Jadi, wax atau quick wax itu mampu melindungi cat dari sengatan sinar ultra violet.Dari segi wet look atau daya kilap, produk yang banyak beredar di pasaran juga sudah menawarkan hal itu. Tapi lagi-lagi, daya tahan yang dihasilkan bisa berbeda. Saran Tomi, baiknya sobat sekalian beli yang harga produknya sedikit lebih mahal."Meski mahal, tapi pemakaiannya bisa lebih irit dan kilap lebih lama. Karena untuk capai hasil yang diinginkan, tak banyak bahan juga proses poles,” tutup airbrusher kawakan itu. (motorplus-online.com)

Musim penghujan seperti sekarang, beberapa bagian kecil di motor patut diwaspadai. Ini bisa jadi penyebab gangguan perjalanan pengendara. Curahan air yang sebenarnya menjadi rahmat malah berubah jadi petaka kalau bagian kecil tadi bisa berakibat fatal. Seperti kata pepatah, Toni Purnama, koordinator safety riding PT Wahana Makmur Sejati, main-dealer Honda Jakarta Tangerang bilang sedia payung sebelum hujan. “Pepatah ini tepat jika dikaitkan dengan persiapan pengendara dalam menghadapi hujan yang mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia,” bilangnya. Sistem pencahayaan harus dalam kondisi baik. Di tengah lebatnya guyuran hujan, sinar lampu motor, baik depan maupun belakang harus terang. Cahaya bisa makin redup karena kabut dan cuaca mendung serta karena permukaan lampu ditutupi kotoran. Kondisi mika lampu yang kusam harus segera dibersihkan bisa dengan menggunakan air sabun. Juga jangan lupakan karet pelindung sambungan mika dengan rumah reflektor agar air kotor tidak ikut nyelonong masuk. Kecenderungan sobat buat melewati genangan air, itu bisa terjadi. Terutama, buat sobat yang nyemplak motor tipe bebek. Pastinya ketika melewati genangan air, busi juga kerap diterjang air. Di tipe skubek, bagian ini terlindungi cover bodi. Begitu juga pacuan sport yang letak businya cenderung berada di posisi mesin atas. “Untuk tipe bebek bisa diatasi cable tie atau dbungkus dengan isolasi pada bagian kepala. Sebab, jika air masuk, pastinya arus listrik tidak mampu menghantar sempurna,” tambah Guntur mekanik AHASS di Meruya, Jakarta. Kinerja rem depan dan belakang bisa dideteksi dalam kondisi prima atau tidak. Dengarkan ada suara berdecit atau tidak. Jika iya itu artinya permukaan kampas rem sudah licin dan perlu perawatan. “Jika fungsinya dirasa kurang baik, periksa juga ketebalan rem dengan melihat langsung tebal kampas rem cakram. Jika memang sudah terlalu tipis, segera lakukan penggantian rem motor,” ungkap Guntur. Pasang tutup pentil di ban karena part ini akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan saat air menerobos masuk. Kalau pakai ban tubeless usahakan saat mengganti ban dengan baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang dibuat dari karet. “Sebab, O ring ini akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring waktu pemakaian,” tambah Toni. Jika hal kecil ini tidak luput dari perhatian, semoga tidak akan bermasalah walau hujan terus mengguyur. (motorplus-online.com)

Untuk mengetahui kampas rem teromol habis, bisa dirasakan saat pedal diinjak. Jadi, semakin dalam pedal rem diinjak tandanya kondisi kampas rem sudah menipis. Kondisi paling parah bisa dirasakan bila tuas rem diinjak sampai mentok baru ada reaksi pengereman. Selain dirasakan saat melakukan pengereman, detaksi rem teromol yang sudah habis bisa melihat indikator penunjuk kondisi rem yang ada ditutup teromol. “Posisi indikator rem belakang ini biasanya berdekatan dengan as tuas rem belakang,” timpal Arif Mutaqin dari bengkel Rift Tech di Utan Kayu, Jakarta Timur. Bila indikator keausan rem yang letaknya di tutup teromol itu panahnya ke arah kiri dan tuas rem belakang makin ke tarik, tandanya kampas rem sudah tergerus. “Paling tidak saat senggang atau mencuci motor, pengendara rutin ngecek indikator keausan rem tersebut,” saran Arif. (motorplus-online.com)